Showing posts with label Education. Show all posts
Showing posts with label Education. Show all posts

Perbedaan Bahasa dan Sastra (Pengertian dan Ciri)

August 25, 2019 1
Bahasa dan Sastra

Halo, di postingan ini HK akan membahas tentang "Perbedaan Antara Bahasa dan Sastra".

Pengertian
Kedua istilah/kata tersebut memiliki perbedaan walaupun memang ada persamaannya juga. Untuk melihat perbedaan dari bahasa dan sastra, kita dapat melihat dari definisi kedua kata tersebut. Jika didasarkan dari definisi KBBI, bahasa dan sastra memiliki arti sebagai berikut:

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa memiliki pengertian sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.

Sedangkan, sastra adalah bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari), tulisan maupun huruf. Namun, kesastraan memiliki makna yang lebih luas dari kesusastraan.

Menurut pengertiannya,  bahasa adalah penggunaan kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks untuk membentuk kalimat yang memiliki arti. 

Bahasa      
1. sistem lambang bunyi yang arbritrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri

2. percakapan (perkataan) yang baik; tingkah laku yang baik; sopan santun

3. sistem kata atau simbol yang memungkinkan untuk berkomunikasi dengan komputer, terutama untuk memasukkan instruksi-instruksi komputer melalui kata-kata yang mudah dipahami, dan kemudian diterjemahkan ke dalam kode mesin

Sedangkan, sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar śās- yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Sastra
1. bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari)

2. kesusastraan

3. kitab suci Hindu; kitab ilmu pengetahuan

4. pustaka; primbon (berisi ramalan, hitungan, dan sebagainya)

5. tulisan; huruf

Ciri- ciri
Bahasa
Bahasa sebagai system.
Bahasa sebagai lambang.
Bahasa adalah bunyi.
Bahasa itu bermakna.
Bahasa itu arbitrer.
Bahasa itu konvensional.
Bahasa itu bersifat produktif.
Bahasa itu unik.

Sastra
Isinya itu menggambarkan manusia dengan berbagai persoalannya
Bahasanya yang indah atau juga tertata baik

Gaya penyajiannya yang menarik yang berkesan dihati pembacanya maupu pendengarnya

Berdasarkan definisi di atas, kita dapat mengetahui poin penting dari bahasa dan sastra. Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi yang dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan. Bahasa ini dapat meliputi bahasa percakapan maupun bahasa yang dituliskan. Sementara itu, sastra adalah sistem lambang bunyi (bahasa) yang dituliskan ke dalam sebuah buku (media cetak lainnya) yang tidak sama dengan bahasa yang digunakan setiap hari atau bahasa percakapan atau bahasa adalah alat yang digunakan untuk berinteraksi dengan aturan tertentu yang membentuk kata hingga suatu kalimat.

Sedangkan Sastra biasanya terwujud dalam buku yang berisi cerita, puisi, pantun, atau karya-karya lain yang gaya bahasanya berbeda dengan gaya bahasa yang digunakan setiap hari. Pada dasarnya, kedua istilah tersebut membahas tentang lambang bunyi (bahasa), tetapi media atau cara penyampaiannya saja yang berbeda atau sastra adalah bagian dari kebahasaan yang lebih berisi unsur estetika atau keindahan dan nilai seni.

Sekian

Perbedaan Frasa dan Kalimat (Pengertian, Ciri dan Kategori)

July 19, 2019 1
Pena
Pengertian Frasa
Frasa adalah gabungan atau kesatuan kata yang terbentuk dari dua kelompok kata atau lebih yang memiliki satu makna gramatikal (makna yang berubah-ubah menyesuaikan dengan konteks). Singkatnya frasa adalah gabungan dari dua kata atau lebih namun tidak dapat membentuk kalimat sempurna karena tidak memiliki predikat.

Ciri-ciri frasa
Adapun ciri-ciri frasa adalah sebagai berikut:
Dalam frasa harus terdiri setidaknya minmal dua kata atau lebih.
Menduduki atau memiliki fungsi gramatikal dalam kalimat.
Dalam frasa harus memiliki satu makna gramatikal.
Frasa bersifat nonpredikatif.

Contoh Frasa
Berdasarkan pengertian dan ciri-ciri diatas kita dapat menyimpulkan bahwa frasa adalah gabungan dari dua kata atau lebih yang tidak dapat membentuk kalimat sempurna. Maka kita dapat membuat contoh frasa sebagai berikut:
1. Nasi goreng
2. Sedang Tidur
3. Sedang makan
4. Banting tulang
5. Tidur siang
6. Dengan tangan kanan

Kategori Frasa

1. Berdasarkan Jenisnya,  frasa terbagi menjadi  sebagai berikut.
Frasa verbal, yaitu frasa yang memiliki inti kata kerja dalam unsur pembentukannya serta dapat berfungsi sebagai pengganti kedudukan kata kerja dalam kalimat.
 Contoh:
Sedang tidur
Akan muncul
Baru datang
Tidak makan

Frasa Nominal, yaitu frasa yang memiliki inti kata benda dalam unsur pembentukannya serta dapat berfungsi sebagai pengganti dari kata benda.
 Contoh:
Rumah kayu
Sepatu kaca
Lemari besi
Buku gambar

Frasa ajektiva, yaitu frasa yang memilik inti berupa kata sifat dalam unsur pembentukannya.
 Contoh:
Sangat baik
Cukup hebat
Sangat cepat
Mahal sekali
Lumayan dekat

Frasa preposisional, yaitu frasa yang menggunakan kata depan dalam unsur pembentukannya.
 Contoh:
Dari sana
Ke Pasar
Dengan kaki
Di Solo
Kepada guru
Oleh saya

2. Berdasarkan Fungsi unsur pembentukannya frasa terbagi sebagai berikut :
Frasa Endosentris, yaitu frasa yang salah satu unsur atau keduanya merupakan unsur inti atau pusat.
 Contoh:
Kuda hitam
Anak sapi
Sudah selesai
Dua orang

Frasa endosentris sendiri memiliki  4 macam sebagai berikut
Frasa atribut, yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan  diterangkan dan menerangkan atau menerangkan dan diterangkan.
 Contoh:
Ayah kandung (diterangakan dan menerangkan)
Seekor nyamuk ( menerangkan dan diterangkan)

Frasa apositif, yaitu frasa yang salah satu unsur pembentukannya dapat digunakan sebagai pengganti unsur inti.

Frasa koordinatif, yaitu frasa yang unsur-unsur pembentukannya berperan sebagai unsur inti.
 Contoh:
Kakek nenek
Warta berita
Tua muda

Frasa Eksosentris, yaitu frasa yang pada salah satu unsurnya merupakan kata tugas.
 Contoh:
Kepada ayah
Dari Solo
Di rumah
Pada hari

3. Berdasarkan kesatuan makna yang terkandung dalam unsur-unsur pembentukannya frasa dapat dibagi menjadi :
Frasa biasa, frasa yang memiliki makna sebenarnya.
 Contoh : Ibu membeli sayur bayam
Frasa idiomatik, frasa yang mempunyai makna baru atau makna yang bukan sebenarnya (denotasi).
 Contoh : Orang tua saya pergi ke luar kota
Frasa ambigu
Frasa ambigu merupakan frasa yang memiliki makna ganda dalam pemakaian kalimat.
Contoh : tangan panjang
Tangan panjang dapat berarti tangan yang panjang dan juga bisa diartikan sebagai orang yang suka mencuri.

Pengertian Kalimat
Kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar, yang biasanya barupa klausa, dilengkapi dengan konjungsi bila diperlukan, disertai dengan intonasi final. selain itu, Pengertian kalimat juga mempunyai peran yang sangat penting dalam sebuah komunikasi karena kalimat harus mampu menyampaikan informasi, menanyakan sesuatu, atau bahkan mengekspresikan emosi manusia.

Pengertian Kalimat Efektif
Adalah suatu kalimat yang bisa mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat di terima maksudnya atau ari serta tujuanya dengan sesuai seperti yang di maksudkan oleh penulis atau pembicara. Dan Kalimat Efektif adalah kalimat yang singkat, padat, jelas, lengkap dan juga dapat menyampaikan informasi secara tepat.

Pengertian Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk merupakan suatu kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih. Pada setiap kalimat selalu memiliki klausa yang merupakan paduan antara satu subjek dan predikat, serta bisa ditambahi objek, pelengkap, maupun keterangan. Maka, kalimat ini merupakan sebuah kalimat yang memiliki lebih dari satu subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap.

Pengertian Kalimat Lengkap
Kalimat lengkap merupakan kalimat yang mempunyai segala unsur yang paling sering dipakai dalam suatu bahasa, seperti kalimat yang mengandung subjek dan predikat. Dan salah satu contoh kalimat yang termasuk dalam kalimat lengkap yaitu majas.

Ciri Ciri Kalimat
1. Di dalam bahasa lisan di awali dengan kesenyapan dan di akhiri dengan kesenyapan. Dan dalam bahasa tulis di awali huruf capital dan di akhiri dengan titik(.), tanda Tanya(?), dan tanda seru(!).
2. Kalimat aktif sekurang-kurangnya terdiri atas subyek dan predikat.
3. Adanya predikat transitif di sertai objek, predikat intransitive dapat di sertai pelengkap.
4. Mengandung pikiran yang utuh.
5. Memakai urutan logis setiap kata atau kelompok kata yang mendukung fungsi (subjek, predikat, objek, dan keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsinya.
6. Dan juga memuat satuan makna juga ide, atas pesan yang jelas.
7. Di dalam paragraph yang terdiri dari dua kalimat atau lebih, kalimat-kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang saling berhubungan. Hubungan dijalin dalam konjungsi, pronominal atau kata ganti, repetisi, atau struktur sejajar.

Kategori Kalimat
Menurut Fungsinya
1. Yaitu Kalimat Pernyataan – merupakan jenis kalimat yang digunakan untuk menyatakan sesuatu / maksud
2. Kalimat Berita – merupakan jenis kalimat yang digunakan untuk menceritakan sesuatu kepada seseorang.
3. Kemudian Kalimat Perintah – merupakan jenis kalimat yang digunakan untuk memberikan perintah kepada seseorang
4. Kalimat Tanya – merupakan jenis kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu kepada seseorang.
5. Dan Kalimat Seruan – merupakan jenis kalimat yang digunakan untuk memberikan seruan kepada seseroang.

Menurut Pengucapannya
1. Kalimat Langsung – merupakan jenis kalimat yang secara langsung diucapkan oleh seseorang. Dalam penulisannya kalimat langsung biasanya dibubuhi dengan tanpa petik pembuka dan tanda petik penutup.
2. Kalimat Tidak Langsung – merupakan jenis kalimat yang berupa saduran atau pun penceritaan kembali apa yang telah diucapkan oleh orang lain (kalimat langsung).

Menurut Jumlah Frasa
1. Kalimat Tunggal – merupakan jenis kalimat yang yang hanya terdiri dari subjek dan predikat saja. Pada kalimat tunggal biasanya hanya memiliki satu pola, seperti Gading sedang membaca.
2. Kalimat Majemuk Setara – merupakan jenis kalimat yang terdiri dari beberapa kalimat dasar yang memiliki kedudukan yang setara. Dan kalimat majemuk biasanya di susun dari beberapa kalimat tunggal, seperti Gading sedang membaca buku Bahasa Indonesia.
3. Kalimat Majemuk Beringkat – merupakan jenis kalimat majemuk yang terdiri atas dua atau lebih susunan kalimat tunggal yang memiliki kedudukan yang berbeda.
4. Kalimat Majemuk Campuran – merupakan jenis kalimat yang di susun atas gabungan kalimat majemuk setara dengan kalimat manjemuk bertingkat.

Unsur Kalimat (Penyusunan Kalimat)
Setiap kalimat mempunyai unsur penyusun kalimat. Dan suatu gabungan dari unsur-unsur kalimat akan membentuk kalimat yang mengandung arti. Berikut ini adalah unsur-unsur inti kalimat antara lain SPOK :

Subjek / Subyek (S)
Predikat (P)
Objek / Obyek (O)
Pelengkap
Keterangan (K)

Sekian postingan kami tentang 'Perbedaan Frasa dan Kalimat (Pengertian, Ciri dan Kategori)'. Untuk informasi laiinnya di hitamkusut.blogspot.com

Latar Belakang dan Fungsi Berdirinya IMM, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

April 15, 2019 0
Ada 2 faktor integral yang menjadi dasar dan latar belakang sejarah berdirinya IMM. 

Pertama, faktor intern. Yang dimaksud fator intern adalah faktor yang ada di dalam organisasi Muhammadiyah itu sendiri. Faktor ini lebih dominan dari pada faktor lain, dalam bentuk motivasi idealis dari dalam, yaitu dorongan untuk mengembangkan ideologi, paham dan cita-cita Muhammadiyah. Untuk mewujudkan cita-cita dan merefleksikan idiologinya itu, maka Muhammadiyah mesti bersinggungan dan berinteraksi dengan mahasiswa dengan cara menyediakan dan membentuk wadah khusus yang bisa menarik animo dan mengembangkan potensi mahasiswa.

Anggapan mengenai pentingnya wadah bagi mahasiswa tersebut lahir pada saat Muktamar ke-25 Muhammadiyah di Jakarta(1963). Pada tanggal 18 November 1955 Muhammadiyah baru bisa mewujudkan cita-cita untuk mendirikan perguruan tinggi, yaitu Fakultas Hukum dan Filsafat di Padang Panjang. Kemudian pada tahun 1958, fakultas serupa dibangun di Surakarta, Akademi Tabligh Muhammadiyah di Yogyakarta, dan Fakultas Ilmu Sosial di Jakarta. Namun cita-cita membentuk organisasi mahasiswa belum dapat terwujud karena Muhammadiyah masih menjadi anggota istimewa Masyumi yang terikat oleh ikrar abadi umat Islam. Yang salah satu isinya menyatakan satu-satunya organisasi mahasiswa islam adalah HMI(Himpunan Mahasiswa Islam).

Menjelang Muktamar Muhammadiyah setengah abad di Jakarta pada tahun 1962, mahasiswa- mahasiswa perguruan tinggi muhammadiyah mengadakan konggres mahasiswa muhammadiyah di Yogyakarta. Dalam konggres tersebut, upaya membentuk organisasi khusus bagi mahasiswa Muhammadiyah kembali mengemuka. Pada tanggal 15 Desember 1963 mulai diadakan penjajagan berdirinya Lembaga Dakwah Mahasiswa yang idenya berasal dari Drs. Muhammad Djazman, dan kemudian dikoordinasi oleh Ir. Margono, dr. Soedibyo Markoes dan Drs. Rosyad Sholeh.

Dorongan untuk segera membentuk wadah bagi mahasiswa ini juga datang dari mahasiswa Muhammadiyah yang ada di Jakarta. Dengan banyaknya desakan dan dorongan tersebut, maka PP Pemuda Muhammadiyah waktu itu M. Fachrurrazi sebagai Ketua Umum dan M. Djazman Al-Kindi sebagai Sekertaris Umum mengusulkan kepada PP Muhammadiyah yang waktu itu diketuai oleh KH. Ahmad Badawi untuk mendirikan organisasi khusus bagi mahasiswa dengan nama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Usulan itu disetujui oleh PP Muhammadiyah, yang kemudian diresmikan pada tanggal 14 Maret 1964 (29 Syawal 1384 H).

Peresmian berdirinya IMM diadakan di gedung Dinoto Yogyakarta dengan ditandai penandatanganan "Lima Penegasan IMM" oleh KH. Ahmad Badawi yang berbunyi:
1. Menegaskan bahwa IMM adalah gerakan mahasiswa Islam,
2. Menegaskan bahwa kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM,
3. Menegaskan bahwa fungsi IMM adalah organisasi mahasiswa yang sah dengan mengindahkan segala hukum, undang- undang, peraturan, serta dasar dan falsafah Negara,
4. Menegaskan bahwa ilmu adalah amaliah dan amal adalah ilmiah dan,
5. Menegaskan bahwa amal IMM adalah lillahi ta'ala dan senantiasa diabdikan untuk kepentingan rakyat.

Kedua, faktor ekstern. Yang dimaksud faktor ekstern adalah hal- hal dan keadaan yang datang dari dan berada di luar Muhammadiya, yaitu situasi  dan kondisi kehidupan umat dan bangsa serta dinamika gerakan organisasi- organisasi mahasiswa. 

Keadaan dan kehidupan umat islam waktu itu masih banyak dipenuhi oleh tradisi, paham, dan keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran islam yang sesungguhnya. Keyakinan dan praktik keagamaan umat islam termasuk di dalamnya mahasiswa banyak tercampur baur dengan takhayyul, bid'ah dan khurafat.

Sementara itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tengah terancam oleh pengaruh ideologi komunis (PKI), keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan dan konflik kekuasaan antar golongan dan partai politik. 

Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) pada masa ini, kendati telah berusaha menunjukkan eksistensi dirinya sebagai bagian dari kekuatan revolusioner, namun HMI tetap menjadi sasaran PKI untuk dibubarkan seperti halnya organisasi-organisasi mahasiswa lain. Sebagaimana diketahui bahwa HMI pada mulanya didirikan dan dibesarkan oleh orang - orang muhammadiyah untuk mengembangkan ideologi muhammadiyah. Maka berdirinya IMM ikut membantu dan mempertahankan HMI dari upaya pembubaran oleh PKI.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai organisasi otonom Muhammadiyah merupakan gerakan mahasiswa islam yang bergerak di bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kemahasiswaan, memiliki fungsi
1. Sebagai organisasi kader, senantiasa berupaya melakukan proses untuk mengaktualisasikan dan mengembangkan potensi mahasiswa anggota ikatan sesuai dengan fitrah yang diberikan Allah SWT. Yakni sebagai kader persyarikatan umat dan bangsa
2. Sebagai organisasi dakwah, senantiasa berupaya untuk menginternalisasikan dan mensosialisasikan agama islam kedalam segenap dimensi kehidupan, menyadarkan dan meyakinkan anggotanya bahwa ia berada dalam kaitan dari tanggung jawab sebagai khalifatullah fil ardli, pengemban misi Robbani dan,
3. Sebagai eksponen mahasiswa islam dalam muhammadiyah IMM merupakan bagian dari mata rantai perjuangan dan gerakan mahasiswa islam indonesia yang berada dalam muhammadiyah yang berusaha memadukan kompetensi aqidah dan intelektual.

Sekian informasi tentang Latar Belakang Berdirinya IMM, untuk informasi lainnya kunjungi hitamkusut.blogspot.com

Sekian HK 

Tips Mendapat Beasiswa Kuliah

February 12, 2017 0

Biaya kuliah yang lumayan mahal membuat para calon mahasiswa berlomba- lomba mencari beasiswa ke berbagai tempat untuk memperingan biaya sekolah mereka di universitas nantinya. Semua mahasiswa tentu mengharapkan mendapat beasiswa. Beasiswa dapat diberikan oleh lembaga pemerintah, perusahaan ataupun yayasan. 

Namun tidak semua mengerti cara mendapatkanya. Maka postingan ini, kami akan membahas "Tips Mendapat Beasiswa Kuliah" diantaranya: 

1. Lihat peluang yang ada
Bagi kamu yang sudah menjadi mahasiswa di Perguruan Tinggi mana saja, kamu harus dengan jeli memperhatikan peluang-peluang yang ada, dengan cara  rajin-rajinlah mengunjungi TU, untuk bertanya apakah ada beasiswa bagi mahasiswa di kampus tersebut. Jika ada, manfaatkan peluang tersebut, jika tidak ada maka sobat sekalian bisa mencari di luar kampus, bisa dari pemerintah atau perusahaan swasta tempat orang tua kamu bekerja. Jika kamu  mendapat kabar beasiswa dari pemerintah, maka kamu harus segera mendaftarkan sebagai calon penerima beasiswa tersebut, dengan memperhatikan kemampuan atau prestasi yang kamu punya.

Kemampuan kamu bisa dari segi olahraga atau dari segi akademik. Jadi, kita harus benar-benar melihat peluang yang ada.

2. Rajin belajar
Belajar adalah modal utama untuk medapatkan beasiswa. Rajinlah belajar, maka kesempatan yang sobat punya semakin besar. Terutama untuk sobat yang sudah berkuliah di PTN yang menyediakan beasiswa. Bagaimana mungkin kamu akan mendapatkan beasiswa apabila nilaimu tidak memenuhi persyaratan. Bukan hanya nilai yang menjadi sarat untuk mendapat beasiswa, namun dari segi ekstrakulikulerpun kamu bisa mengajukan ke universitas untuk mendapatkan beasiswa. Intinya, kamu harus rajin belajar, bukan hanya dari segi akademik tapi bisa dari segi ekstrakulikuler.

3. Rajin buka website
Tips ini tidak wajib dilakukan, tapi bisa membantu kamu untuk mencari kabar beasiswa tersebut, terutama beasiswa dari pemerintah Indonesia. Banyak orang atau pelajar yang kurang mengetahui kabar beasiswa karena kurang sosialisasi dari pemerintah dan lebih sering disebarkan melalui dunia maya. Jadi, rajin-rajinlah buka website yang tentunya berhubungan dengan beasiswa. 

Sekian postingan kami, Maaf bila ada kesalahan, Terima kasih telah berkunjung dan Sampai Jumpa

Tips Meningkatkan Semangat Belajar

December 09, 2016 0

Dipostingan ini kami akan membahas "Meningkatkan Semangat Belajar".

Sebagai Pelajar, pasti sering bermasalah dengan yang namanya Belajar.
Kadang Semangat, dan Bahkan Sering memilih untuk  Check SmartPhone untuk sekedar baca Status, Tweet, ataupun Chat enggak penting. #TrueStory

Berikut diantaranya;

1. Niatkan Belajar itu Sebagai Suatu Kebutuhan
Untuk meninggalkan suatu kebiasaan itu tidak mudah, begitu juga dengan membuat/ memiliki kebiasaan baru. Namun dengan kepercayaan dan keseriusan hal ini tidak mustahil dilakukan. 



2. Fokus 5 Menit

Bagian tersulit dari melakukan sesuatu yang positif adalah saat memulainya, karena dibagian itu kamu akan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang menurut kamu lebih menyenangkan. 



Untuk memotivasi diri kamu untuk memulai, ada cara efektif yang dapat kamu lakukan. Kamu hanya cukup bayangkan bahwa kamu hanya berencana untuk belajar selama 5 Menit saja. Biasanya, apa yang terjadi setelah 5 menit sudah habis akan membuat kamu lebih baik dan memotivasi kamu untuk belajar lagi dan lagi.


3. Singkirkan Gangguan 
Contoh dari gangguan seperti; SmartPhone, Laptop, TV , dll.
Dengan menyingkirkan gangguan, fokus kamu akan meningkat untuk belajar.



Sekian postingan kami kali ini, 

maaf bila ada kesalahan dan terima kasih

Selamat Belajar